Meraba

Meraba, barangkali, adalah cara diagnosis adalah yang paling penting. Cara ini termasuk meraba bagian-bagian tubuh tertentu dan berbagai titik-titik akupunktur. Meraba seringkali digunakan untuk melengkapi informasi yang diperoleh dengan bertanya seperti: apakah tubuh dingin, panas, berkeringat atau kering ? Apakah rasa sakit akan berkurang atau menjadi-jadi apabila bagian tersebut ditekan ? Terlebih penting dari semua itu adalah merasakan denyut nadi, di mana cara ini lebih kompleks dibandingkan dengan apa yang kita ketahui lewat pengobatan modern.
Diagnosis lewat denyut nadi membutuhkan latihan panjang, pengalaman dan (bakat) kepekaan tangan. Sulit dan kompleksnya cara ini sehingga seringkali dikatakan bahwa memahami denyut nadi adalah suatu seni. Meskipun meraba dapat dilakukan pada berbagai bagian tubuh akan tetapi tidak ada yang lebih penting dibanding dengan memegang pergelangan tangan untuk memeriksa denyut nadi pada arteri yang terletak di bawahnya.
Denyut nadi diperiksa dengan cara meletakkan tiga jari di tengah (kelingking dan ibu jari tidak ikut memegang) nadi tangan yang terletak di bawah ibu jari tangan kanan atau tangan kiri. Dihitung dari ujung pergelangan tangan, maka dapat diraba 3 organ yang terkait, di mana ada perbedaan untuk tangan kiri atau tangan kanan.

Kaitan denyut nadi dengan organ
Posisi jari (dari ujung pergelangan tangan/ibu jari) Tangan Kanan Tangan Kiri
Pertama Jantung Paru Paru
Kedua Hati Limpa
Ketiga Ginjal (Yin) Ginjal (Yang)

Ketiga posisi jari tangan ini dibedakan menjadi 3 jenjang, yaitu: paling luar, tengah dan paling dalam. Pada jenjang pertama, kulit disentuh pelah; pada jenjang kedua, diberi tekanan dengan kekuatan sedang dan pada jenjang ketiga harus ditekan dengan keras. Denyut nadi yang normal atau harmonis dirasakan pada jenjang kedua. Kecepatan normal adalah antara 4 – 5 ketukan untuk satu daur pernafasan (1 tarikan nafas dan 1 mengeluarkan nafas) atau 70 – 75 ketukan per menit. Seorang pakar dapat segera mengetahui denyut normal, yaitu: mempunyai ‘semangat’. Denyut nadi normal berbeda untuk beberapa orang tertentu. Para atlit mempunyai denyut nadi yang lambat; wanita mempunyai denyut nadi lembut dan relatif lebih cepat dibanding lelaki; denyut nadi anak-anak lebih cepat dibanding denyut nadi orang dewasa; orang gemuk mempunyai denyut nadi lambat, sebaliknya, denyut nadi orang kurus lebih ringan. Ketidakharmonisan pada tubuh paling jelas tercermin pada denyut nadi. Ada bermacam-macam denyut nadi, di mana semua itu dapat digunakan sebagai cara untuk melakukan diagnosis.

Tentang AKUPUNTUR

aku sedang belajar menulis
Pos ini dipublikasikan di Diagnosa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s